// you’re reading...

Profil Pembicara

Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan

Seorang Bill Gates bisa berbicara dan tahu soal DEL. Bahwa banyak sekali orang muda Batak yang sangat pintar bahkan jenius. Ketika LP berhenti menjadi menteri 2001, beliau mempunyai uang kurang lebih 8milyar. Dengan uang sebanyak itu, maka dia berfikir tidak sampai disitu saja, tapi ingin berbuat lebih dan berkelanjutan dengan apa yang dia punyai. Buat dia, setiap mimpi itu harus diwujudkan, tidak lama berselang setelah dia tidak lagi jadi menteri, dibangunlah DEL. Semuanya dimulai dengan mimpi, saat ini, DEL telah menjadi salah satu yayasan pendidikan foundation terkaya di Indonesia. Karena setiap bulannya, kampus ini di subsidi 80%. Subsidi ini mencakup biaya asrama mahasiswa, pendidikan, sarana dan prasarana, tenaga pengajar yang sangat handal Sehingga dengan demikian biaya sekolah di DEL ini sangat murah, dibandingkan sekolah informatika yang lain,apalagi sekolah ini sudah makin maju dan sekarang sudah bertaraf internasional.

Untuk ukuran sekolah yang masih muda, 6 tahun LP berkeinginan menjadi sekolah yang dapat menyaingi ITB ke depannya. Tidak hanya mengembangkan sekolah teknologi, ke depannya mimpi2 LP ingin dikembangkan lagi (disinergikan) dengan sekolah pertanian yang bagus, melihat bonapasogit ini adalah sebagai salah satu daerah pertanian. Untuk saat ini, di posisi LP sebagai ketua yayasan Nomensen, keinginan ini ingin diwujudkan terlebih dahulu melalui fakultas pertanian yang ada di sana, mengingat disana banyak sekali doktor-doktor bahkan professor yang dari Jerman yang selama ini tidak diberdayakan. Keinginan ini beralasan karena Nomensen ini sudah jadi center of orang2 Batak, menjadi salah satu universitas swasta yang tertua.

LP juga menepis anggapan bahwa daerah di bonapasogit kurang subur untuk pertanian, karena sudah dibuktikan dengan LP membawa seorang tenaga ahli berkebangsaan Israel yang sudah meriset dan membuktikan bahwa daerah disana, khususnya di Sipahutar sangat subur,apa saja yang ditanam bisa tumbuh dengan subur. Dengan link yang LP punya, dia mengembangkan semua mimpi2nya. Semuanya harus dilandasi dengan team work yang sangat kuat, karena tidak ada keberhasilan yang dikerjakan sendiri. Ketika kita berfikir bahwa suatu keberhasilan adalah kerjaan pribadi, pada saat itulah dia nothing. LP menganggap dirinya bukan siapa2, hanya seorang pengusaha yang bermodalkan integrity, dignity, dan knowledge sehingga siapapun orang di republic ini yang ingin dia jumpai, tinggal telepon pasti menyediakan waktu untuk bertemu dengannya. Seiring berjalannya, sekolah ini semakin tajam mencetak manusia unggul. Alumni2 DEL ini banyak yang berprestasi di luar daerah, ke depannya, alumni2 ini akan dikaryakan di luar daerah asal (bonapasogit) dan di bonapasogit sendiri.

Untuk saat ini, memang masih belum ada alumni DEL yang berkarya di bonapasogit, hal ini karena memang di bonapasogit belum ada lapangan pekerjaan yang tersedia disana. Ke depannya, alumni2 jagoan dari DEL ini, akan dipekerjakan dan dibuat untuk membangun bonapasogit. Untuk saat ini, LP berkeinginan untuk membuat HP produksi Indonesia sendiri, ini akan diwujudkan melalui kerjasama dengan Korea, dengan catatan R&D nya di DEL. LP mempunyai mimpi, nantinya alumni DEL ini akan mendapatkan nobel, tidak hanya berhenti sampai di mimpi tapi didukung dengan fasilitas, jaringan yang ada dan keuangan yang mendukung untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah yang nantinya akan mendapatkan nobel. Pewujudan mimpi ini disadari butuh waktu panjang untuk mewujudkannya, tapi itu bukan hal yang tidak mungkin. Mulailah dari langkah2 yang konkrit, walaupun kecil. Jangan terbuai dengan program2 yang tinggi,tapi tidak dilaksanakan, fokuslah dalam mengerjakan mimpi, dan jangan lupakan team work. Sehingga nantinya akan sukses dan terwujud.
DEL sendiri sudah ada 4 angkatan,dimana setiap tahunnya lulusannya hanya sekitar 60-an orang, Karena sekolah ini sendiri memang mengutamakan kualitas. Dan semua lulusannya pasti langsung bekerja dan sudah banyak juga yang melanjutkan perkuliahannya baik di Jakarta maupun di luar negeri.
Tidak hanya di bidang teknologi, tidak berpuas diri dengan yang sudah ada saat ini, karena memang potensi yang ada di kaum muda Batak itu sangat memungkinkan untuk dikembangkan di berbagai bidang. Antara lain, pendirian rumah sakit yang bagus, industry pupuk, industry jagung (yang sudah mulai dijalin kerjasama dengan Charuk Pokphand, salah satu produsen makanan ternak terbesar di Indonesia, dan 10 besar di dunia). Jadi semua mimpi yang ingin diwujudkan ini tidak berhenti di satu titik saja.
LP ini ternyata salah satu TobaDreamer sejati juga, dia selalu menekankan berbanggalah menjadi orang Batak. Jangan pernah menjual marga dan keimananmu. Tetaplah maju dan gemilang sebagai Batak. Hal ini bukannya tidak mungkin, karena melalui DEL hal ini sudah mulai terwujud.

Lahir:
Simanggala, Tapanuli, 28 September 1947

Isteri:
Devi boru Simatupang

Anak:
- Paulina Panjaitan (Maruli Simanjuntak)
- David Panjaitan
- Paulus Panjaitan
- Karri Panjaitan

Pendidikan:
- SMA Penaburan, Bandung
- Akademi Militer 1970

Karir:
- Kopassus (Komando Pasukan Khusus)
- Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung
- Asisten Operasi di Markas Kopassus
- Komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Detasemen Penaggulangan Teror (Gultor) 81
- Komadan Pusat Kesenjataan Infantri di Bandung
- Komandan Korem di Madiun
- Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung

Kegiatan Lain:
- Pendiri Sekolah Politeknik DEL di Balige

Forum Diskusi

Fasilitas tanggapan pada artikel ini telah ditutup.

Tanggapan terhadap artikel ini sudah ditutup.



Sponsor & Media Partner :